Batuan Sedimen

BATUAN SEDIMEN

 

Melanjutkan pembahasan yang lalu mengenai batuan beku dan batuan metamorf, kali ini akan kita tinjau bersama mengenai batuan sedimen. Kembali seperti pembahasan sebelumnya, pembahasan kali ini juga tidak akan terlalu rinci dan “berat”, namun akan cukup kiranya menambah wawasan atau setidaknya mengingatkan kita kembali akan batuan sedimen.

Baiklah, untuk memulai pembahasan ini tidak ada salahnya kita menengok sedikit ke belakang mengenai apa itu sedimen?

Sedimen, secara umum merupakan material/bahan yang terbentuk dari pelapukan batuan yang terpapar diatas permukaan bumi (sisa pelapukan lainnya pada umumnya merupakan materi organik). Setiap batuan akan mengalami pelapukan apabila terkena udara dan air dalam jangka waktu yang lama dan perlahan hancur dan membentuk tanah.

Daratan pada dasarnya merupakan lingkungan tempat terjadinya erosi. Daratan merupakan sumber dari sedimen, yang membentuk tanah sementara sebelum akhirnya terhanyutkan menuju ke sungai/laut. Sedangkan laut pada  dasarnya merupakan lingkungan pengendapan dimana material sedimen terkubur didalamnya membentuk lapisan – lapisan dan pada akhirnya membentuk batuan

Selanjutnya mari kita tengok bersama – sama apa saja material sedimen itu.

Sebagian besar batuan sedimen merupakan variasi dari batupasir, lempung atau batugamping. Ok, kita tinjau satu persatu ya..

Batupasir:

Butiran – butiran mineral penyusun batupasir pada umumnya berupa kuarsa dan juga muskovit (material yang stabil baik dari sisi fisik maupun kimiawinya). Kemudian tersusun juga atas pecahan – pecahan kecil batuan dan puing – puing vulkanik (yang belum hancur membentuk mineral – mineral penyusunnya).

Lempung:

Material hancuran; mineral – mineral lempung terbentuk sebagai reaksi dari air dengan felspar atau mineral – mineral mafik)

Batugamping:

Puing – puing material organik yang di dominasi oleh kalsit yang berasal dari puing – puing kerang. Batu ini juga terbentuk dari larutan yang umumnya mengandung kalsit yang berasal dari laut sebagai hasil kegiatan/aktivitas biologi makhluk laut.

Batuan lainnya:

Material/puing organik; material dari tumbuh – tumbuhan akan membentuk gambut dan batubara, bagian – bagian dari hewan akan membentuk minyak bumi. Terbentuk pula dari larutan – larutan seperti gipsum dan garam dan juga material terlarut lainnya.

Pada gambar di bawah ini kita akan melihat grafik yang menunjukkan derajat pengendapan material – material pembentuk batuan sedimen.

Kurva pengendapan

Pada gambar berikutnya, mari kita perhatikan bersama mineral – mineral yang menjadi penyusun batuan sedimen dan juga struktur dari batuan sedimen.

 

Mineral composition

Komposisi mineral sedimen

Sediment Structure

Struktur sedimen

Ok, masih bisa melanjutkan?🙂 Selanjutnya kita akan menelaah mengenai klasifikasi batuan sedimen. O, iya hampir lupa, sebelum kita massuk kesana ada baiknya kita simpulkan dulu apa itu batuan sedimen. Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk sebagai hasil pelapukan batuan atau material an-organik dan organik yang kemudian tertransportasikan dan terendapkan disuatu lingkungan tertentu sehingga membentuk batuan lagi..huff…🙂.

Baik, sesuai janji tadi sekarang baru kita masuki pembahasan mengenai klasifikasi batuan sedimen. Secara umum batuan sedimen dibagi menjadi 2 (dua) yakni; Batuan sedimen klastik dan Batuan sedimen non klastik.

A. Batuan Klastik

1. Berbutir kasar: Jika butiran didalamnya kasar berukuran lebih dari 2 mm, apabila butirannya berbentuk bundar maka disebut Konglomerat dan sebaliknya jika fragmen batuan didalamnya menyudut disebut Breksi.

2. Berpasir: Jika butiran fragmen batuannya berukuran 0,6-2 mm, yang termasuk batuan ini adalah batupasir mulai dari batupasir kasar hingga batupasir halus.

3. Berlempung: Jika butiran fragmen penyusun batuannya berbutir halus kurang dari 0,6 mm, yang termasuk dalam batuan ini adalah batulempung dan batulanau.

B. Batuan Non Klastik

Batuan ini dibagi menjadi 2 (dua) bagian besar, yakni karbonatan dan non karbonatan.

1. Karbonat, senyawa utama yang menjadi penyusun batuan ini adalah kalsit, contoh batuan ini adalah batugamping dan batuan gampingan lainnya.

2. Non-karbonat, beberapa jenis batuan ini misalnya:
– Rijang dan rijang, baik yang berupa nodul – nodul atau terikat dalam silika
– Batubara dan gambut, yang terlitifikasi dan yang berasal dari material tumbuhan
– Batubesi, setiap batuan sedimen yang kaya zat besi; termasuk juga pasir, tanah liat atau tekstur oolite.
– Garam dan batuan gipsum, dengan mineral tunggal yang diendapkan sebagai akibat dari penguapan air.

Mari kita perhatikan gambar di bawah yang menunjukkan komposisi utama dari batuan sedimen

Sediment Composition

Sebagai akhir dari pembahasan ini, marilah kita lihat contoh batuan sedimen yang masih bertahan setelah tergerus jutaan tahun lamanya, yaitu di Monument Valley, Arizona Utara, Amerika Serikat.

 

Monument Valley

Itulah sedikit penjelasan mengenai batuan sedimen, semoga bermanfaat. Mohon komentarnya ya.. terima kasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: