Skala Richter

SKALA RICHTER

Jika kita mengulas tentang ilmu bumi alias geologi tentunya selain pembahasan yang berkenaan dengan batuan, baik itu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf/batuan malihan. Kita juga tentunya membahas mengenai struktur geologi yang ada, apakah itu berupa patahan atau sesar, lipatan maupun struktur kekar dan struktur lainnya.

Pada kesempatan kali ini kembali akan dibahas mengenai hal yang erat kaitannya dengan kegiatan yang disebabkan oleh aktivitas di dalam bumi, terutama erat kaitannya dengan kegempaan. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa gempa bumi dapat disebabkan karena aktivitas tektonik dan vulkanik, selain dari sebab minor lainnya seperti aktivitas manusia maupun tumbukan oleh meteor.

Erat kaitannya dengan gempa, maka seringkali kita mendengar gempa dengan kekuatan 5 skala richter, 8 skala richter, 7,3 skala richter, dan seterusnya. Lalu timbul dalam benak kita (setidaknya penulis🙂 ) apakah skala richter itu?

Mari kita mulai mencari tahu apa itu skala richter ya🙂

Besarnya gempa yang diukur pada skala Richter, diciptakan oleh Charles F. Richter tahun 1934. Besarnya skalaini dihitung dari amplitudo gelombang seismik terbesar yang dicatat untuk gempa, tidak peduli apa pun jenis gelombangnya apakah itu gelombang transversal atau gelombang longitudinal yang penting gelombang yang terkuat.

Richter

Charles F. Richter

Besarnya Richter didasarkan pada skala logaritma (basis 10). Hal ini berarti bahwa untuk setiap bilangan bulat yang ada pada skala Richter, amplitudo gerakan tanah yang direkam oleh seismometer naik sepuluh kali. Dengan menggunakan skala ini, gempa berkekuatan 5 akan menghasilkan sepuluh kali tingkat getaran tanah sebagai gempa bumi berkekuatan 4 (dan 32 kali lebih banyak energi dibebaskan). Untuk memberikan gambaran bagaimana bilangan – bilangan ini berhubungan satu sama lain, maka mari kita perhatikan hal energi yang dilepaskan oleh bahan peledak: sebuah gelombang seismik diukur dengan energi setara dengan 6 ons TNT. Sebuah gempa berkekuatan 8 melepaskan energi sebanyak peledak 6 juta ton TNT. Cukup mengesankan, ya🙂 ? Untungnya, sebagian besar gempa yang terjadi setiap tahun berada pada magnitudo 2,5 atau kurang yang terlalu kecil untuk bisa dirasakan oleh kebanyakan orang.

Tabel di bawah ini memberikan frekuensi gempa bumi dan efek dari gempa bumi berdasarkan skala ini.

Richter's scale

Skala Richter

Nah, demikianlah sedikit penjelasan tentang skala richter ini, semoga bermanfaat.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: