Erosi dan Pelapukan

Erosi dan Pelapukan

 

Apa sebenarnya erosi itu?

Dalam istilah geologi, erosi adalah peristiwa pengangkatan dan pemindahan secara fisik partikel batuan, kotoran, pasir, dan bahan alam lainnya oleh sumber – sumber pencetusnya seperti sungai atau gletser.

Erosi dapat terjadi secara fisik atau mekanis (misalnya, oleh angin, gelombang dan arus, air yang mengalir seperti curah hujan, atau es glasial yang bergerak), atau dapat pula terjadi secara kimia, ketika partikel bergerak dalam larutan cair yang melarutkan batuan dan mineral.

 

Erosion

Erosi

Kedua bentuk erosi tersebut terjadi dimana – mana di Bumi, dari fragmen batuan yang meluncur menuruni lereng pegunungan hingga partikel – partikel yang terbawa dan terendapkan di lembah – lembah laut.

Erosi terjadi pada tingkat yang sangat beragam dan tergantung pada banyak variabel. Sebagai contoh, erosi yang terjadi pada batuan yang lebih keras atau lebih tahan erosi seperti granit akan menghasilkan lebih sedikit endapan dibandingkan dengan erosi yang terjadi pada batuan yang lebih lunak seperti batulanau untuk periode waktu paparan yang sama. Erosi juga bergantung pada kondisi cuaca dan kondisi lingkungan sekitar. Gelombang yang menghantam singkapan batupasir akan menggerus partikel lebih cepat dibandingkan dengan aliran air sungai dengan kecepatan sedang yang menggerus batuan yang sama.

Pada beberapa kejadian tertentu peristiwa bencana alam juga menjadi salah satu faktor penyebab erosi. Sebagai contoh sebuah asteroid dengan diameter 800 m yang menghantam bumi akan mengakibatkan terjadinya erosi lokal yang sangat besar meskipun hal tersebut hanya terjadi dalam beberapa detik saja.

Pelapukan?

Pelapukan adalah serangkaian proses individu yang menyebabkan perubahan fisik atau kimia dalam batu atau tanah. Batuan atau mineral yang lapuk akan pecah menjadi unit-unit kecil dan pada akhirnya hancur menjadi partikel yang lebih kecil lagi. Hal Ini berlangsung dalam dua cara utama: pelapukan fisik (atau mekanis) dan kimia, untuk tingkatan yang lebih rendah, pelapukan biologis juga dapat terjadi. Berikut ini adalah pengertian dari proses-proses pelapukan:

Pelapukan Fisika (Mekanis)

Penyebab atau faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya pelapukan fisika adalah gravitasi, angin, batuan yang bergulir dan air yang mengalir yang kesemuanya berpengaruh terhadap batuan. Hal – hal tersebut bertanggungjawab terhadap terjadinya rekahan dan retakan pada batuan yang menyebabkan pecahnya batuan dan meyebabkan terjadinya endapan. Pelapukan lebih lanjut dari fragmen – fragmen batuan dan endapan ini utamanya diakibatkan oleh abrasi, yaitu penggerusan batuan akibat gesekan dan benturan pada saat fragmen batuan ini ter-transportasikan di dalam sungai dan aliran air, dibawah dan diseputar es glasial, dan perpindahan pasir oleh angin.

Pelapukan Kimiawi

Pelapukan kimiawi terjadi ketika batuan bereaksi dengan bahan kimia dalam larutan, pada dasarnya menguraikan batuan dan tanah oleh reaksi kimia. Peristiwa ini biasanya terjadi pada air yang kaya karbon dioksida, yang pada gilirannya terutama diakibatkan oleh dekomposisi tanaman.

Sebagai contoh yang paling umum adalahperistiwa pelapukan yang terjadi di gua – gua kapur.

 

Limestone caves

Gua Kapur

Pelapukan Biologis

Pelapukan biologis disebabkan oleh makhluk hidup yang memecah batu baik secara fisik maupun kimia. Makhluk hidup penyebab pelapukan ini mencakup berbagai macam organisme dari bakteri hingga tanaman dan hewan. Misalnya, lumut memainkan peran penting dalam pelapukan karena mereka kaya akan agen chelating, yang menangkap unsur-unsur logam dari batuan yang lapuk. Beberapa lumut hidup di permukaan batu (epilithic), beberapa aktif hingga menembus permukaan batuan / dalam batuan (endolithic), dan yang lain hidup di cekungan dan retakan  di batu (chasmolithic).

 

Lichen

Lumut

Sering kali terjadi kebingungan dalam membedakan antara erosi dan pelapukan. Meskipun pada dasarnya terlihat seperti peristiwa atau proses yang sama, sering kali hal ini yang berakibat menyamakan erosi dengan pelapukan. Hal sebenarnya adalah ada perbedaan yang sangat mendasar antara erosi dan pelapukan. Erosi terjadi pada saat partikel batuan (pada umumnya terlepas oleh peristiwa pelapukan) berpindah dari batuan asalnya. Hal ini dapat diakibatkan ole gravitasi, udara (angin), air, atau es. Pelapukan sendiri merupakan peristiwa yang menyebabkan partikel – partikel batuan terlepas. Salah satu cara yang paling mudah untuk mengingat perbedaan pelapukan dan erosi adalah jika gaya fisika atau kimia menyebabkan terlepasnya partikel batuan dan partikel tersebut masih berada ditempat ia jatuh, maka peristiwa tersebut pelapukan. Akan tetapi bila partikel tersebut mulai bergerak atau berpindah, peristiwa perpindahan tersebut adalah erosi.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: